- Monday, August 08, 2005 - |
Pada Waktu Dan Rindu Diam Melarungkannya
Samsul
Kularungkan Rinduku Pada Diam sebait kata tertulis diawal waktu cerita tak akan pernah usai ada bahagia ada ceria ada duka ada derita semua hanya bumbu sebuah kisah saat lentik jemari hujan menari menetes pula sebuah alur pada mata ini angin yang meniup kegelisahan hati membiarkan sepi untuk menepi tak ada kidung pengantar lelap senja tak ada denting dawai penghangat sukma semua diam seolah menanti sabda dewa pada mata senja rinduku melarung diam ------------------------------------------------------------------------------------- FeRiNa # Melarung Waktu Merangkul Rindu # Lewat batas lelah terlukis awal cerita Mengusung detak waktu mengurai bahagia Gemulai Sang Malam terbuai bersama rinai Sang Hujan Rintik-rintik menetes membentuk sebuah rangkai bernama kehangatan Bersatu memadamkan penat kumpulan rindu Berpadu mematikan kesunyian malam dalam tatap Sentuhan Sang Angin membawa kisah lalu Semilirnya membungkus sepi Diam mengusir tanya di hati Senyap dalam lembut nuansa kasih Bersama aliran sungai mengalir sebuah cerita Kidung cinta pun bersenandung mengerling bersama redup rembulan : Pada Batas Senja Bandung - Cikandang - Cijayana /16-17 Juli 2005
<<< Samsul Bahri >>>, posting time 2:08 PM
|
|
| - About Me - |

- Name: <<< Samsul Bahri >>>
lahir pada bulan ke 5 hitungan kalendar masehi di Palembang. Menikmati sastra sebagai penyaluran dari katakata yang meledak dalam otak. Beberapa puisinya dimuat dalam Buku Antologi Puisi Cyber"Graffiti Gratitude", 2001 dan Antologi Puisi Digital " Cyberpuitika", 2002 dan "Laminsastra Balikpapan", 2003. Aktif berinteraksi dan belajar memahami sastra pada dunia cyber ; penyair, hitamputih, bunga matahari, puisikita, bumimanusia, forum lingkar pena.
View my complete profile
|
|
0 Comments:
Post a Comment
<< Home